Selasa, 22 September 2020

"KONSEP, KARAKTERISTIK, TUJUAN, MANFAAT & KOMPONEN E-LEARNING"

 


KONSEP E-LEARNING👇

Kesempatan pertama ini akan dibahas mengenai definisi dan konsep e-learning terlebih dahulu, sebelum menuju bagian atau tahap pembuatannya. Khan dalam dalam Herman Dwi Surjono (2013, 3) menyebutkan bahwa e-Learning adalah pengiriman materi pembelajaran kepada siapa pun, di mana pun, dan kapan pun dengan menggunakan teknologi informasi dalam lingkungan pembelajaran yang terbuka, fleksibel, dan terdistribusi. Terbuka dan fleksibel merujuk pada kebebasan peserta didik dalam hal waktu, tempat, kecepatan, isi materi, gaya belajar, jenis evaluasi, belajar kolaborasi atau mandiri. E-learning merupakan sebuah bentuk pemanfaatan dari teknologi komputer dan internet yang dipadukan sehingga tercipta sebuah wadah untuk pembelajaran. Perpaduan antara teknologi komputer dan internet menjadikan e-learning sangat terbuka dan dapat diakses dimanapun. Pembelajaran e-learning dapat terjadi apabila antara guru dan peserta didik terpisah dalam proses belajar mengajar. Pembelajaran e-learning pada umumnya dilaksanakan pada tempat yang berbeda antara guru dengan peserta didik. E-learning inilah yang kemudian melahirkan pembelajaran jarak jauh yang lebih mudah dan fleksibel. E-learning sangat mampu untuk mendukung terjadinya pembelajaran tanpa tatap muka. E-learning memiliki dua mode diantaranya ialah sebagai berikut :
1.  Synchronous Learning
Synchronous
 dapat berarti berbarengan sehingga pembelajaran e-learning yang menerapkan mode ini berarti proses belajar mengajar antara guru dan peserta didik terjadi secara bersamaan atau dalam satu waktu yang sama. Pembelajaran mode ini terjadi selayaknya pembelajaran tatap muka namun antara guru dan peserta didik tidak dalam satu tempat yang sama. Pembelajaran menggunakan e-learning pada mode ini contohnya ialah pembelajaran melalui radio, televisi, atau video streaming secara langsung (live), pembelajaran melalui audio/video conference, pembelajaran secara online, dan seterusnya.
2.  Asynchronous Learning
Asynchronous
 berlawanan dengan synchronous yang berarti tidak berbarengan. Pembelajaran e-learning mode ini berarti antara guru dengan peserta didik tidak melakukan proses belajar mengajar secara bersamaan. Pada mode ini guru mempersiapkan materi terlebih dahulu dalam e-learning kemudian beberapa waktu kemudian peserta didik dapat membuka atau mengaksesnya. Pembelajaran e-learning mode ini memberikan kebebasan peserta didik untuk memilih materi yang ingin dipelajari. Contoh pembelajaran mode asynchronous ialah pembelajaran menggunakan internet atau multimedia pembelajaran, belajar melalui video, dan seterusnya.
Kedua mode dalam e-learning tersebut tentu terdapat kelemahan dan kelebihan. Pembelajaran e-learning menggunakan asynchronous secara fleksibilitas lebih mudah karena peserta didik tidak perlu membuka pada waktu yang telah ditentukan secara bersamaan. Kelemahan mode asynchronous ialah respon atau umpan balik antara guru dan peserta didik berlangsung lambat bergantung pada ketersediaan guru dan peserta didik. Terkadang peserta didik harus menunggu respon guru di kemudian hari dikarenakan guru sedang tidak tersedia (online), dan juga sebaliknya. Mode synchronous lebih menguntungkan dalam hal umpan balik dikarenakan guru dan peserta didik melakukan proses belajar mengajar secara berbarengan (real time), sehingga guru dapat memberikan umpan balik pada saat itu juga.


Konten yang perlu dipersiapkan dalam e-learning secara garis besar terdapat dua hal, yaitu sumber belajar dan aktivitas dan interaksi. Penjelasan keduanya ialah seperti berikut :
1.  Learning resources (sumber belajar)
Sumber belajar terdiri dari lima komponen yaitu pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan lingkungan. Pesan merupakan informasi yang akan disampaikan, dapat berupa ide, fakta, makna, dan data. Pesan merupakan komponen yang akan disampaikan oleh komponen lain, dalam hal ini pesan merupakan materi pembelajaran. Orang dalam hal ini dapat disebut sebagai penyampai pesan, seperti guru, peserta didik, dan pembicara. Bahan dapat disebut sebagai perantara dalam menyampaikan pesan atau lebih dikenal dengan media pembelajaran. Bahan yang disajikan dalam e-learning dapat berupa multimedia (teks, audio, gambar, dan animasi/video), slide presentasi, e-book, atau modul. Alat merupakan barang – barang atau perangkat keras yang digunakan untuk menyajikan pesan tersebut. Teknik berkaitan dengan prosedur atau pedoman langkah – langkah dalam penggunaan berbagai komponen tersebut sehingga penyampaian pesan berlangsung efektif dan efisien. Komponen instruksional perlu selalu diperhatikan dimanapun kegiatan pembelajaran tersebut berlangsung, bahkan di dalam e-learning sekalipun. Lingkungan merupakan tempat pesan tersebut diterima. Lingkungan tentu sangat mempengaruhi kondisi belajar peserta didik, sehingga e-learning sebagai sebuah lingkungan belajar peserta didik juga perlu diperhatikan tingkat kemudahannya dan kemenarikan sajiannya.
2.  Aktivitas/interaksi
Aktivitas merupakan segala kegiatan yang dibangun dalam e-learning untuk menimbulkan interaksi peserta didik dengan sumber belajar. Aktivitas dalam e-learning dapat berupa forum (diskusi, perkenalan, refleksi, informasi), tugas (tugas essay, tugas online, tugas offline), quiz (soal pilihan ganda, isian, mencocokkan), video converence, survei, chat, dan sebagainya. E-learning yang berkualitas tidak saja harus memuat sumber belajar yang baik, tetapi juga harus dilengkapi dengan berbagai aktivitas yang membuat peserta didik senang dan menikmati pembelajaran online. Berbagai aktivitas perlu dirancang dalam e-learning sehingga dapat mendorong siswa menjadi aktif, interaktif dan kolaboratif, dan tetap termotivasi dalam lingkungan pembelajaran online.

E-learning sebenarnya merupakan sebuah wahana untuk melakukan pembelajaran. Sifat e-learning yang sangat fleksibel menjadikan wahana tersebut mudah untuk digunakan sebagai kelas belajar, di luar belajar secara konvensional di kelas fisik. Efektivitas pembelajaran menggunakan e-learning sangat bergantung pada kualitas pembelajaran di dalamnya. E-learning tidak dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dikarenakan e-learning hanyalah sebuah wadah atau wahana. Penentu efektivitas pembelajaran terletak pada konten yang disajikan dalam e-learning tersebut. Kualitas pembelajaran e-learning tidak lebih baik daripada pembelajaran di kelas, jika konten pembelajaran yang disajikan e-learning tidak lebih baik dari pada konten yang disajikan guru di kelas. Hal tersebut berlaku sebaliknya yaitu pembelajaran e-learning dapat lebih baik dibandingkan pembelajaran dikelas, jika konten pembelajaran menggunakan e-learning disajikan lebih baik daripada pembelajaran di kelas. E-learning secara teori hanya dapat meningkatkan fleksibilitas dalam proses belajar.

 

KARAKTERISTIK E-LEARNING👇

Terdapat beberapa karakteristik yang harus dimiliki e-learning yang membedakannya dengan pembelajaran konvensional, yaitu interactivity, independency, accessibility, dan enrichment

1.  Interactivity

E-learning harus memfasilitasi jalur komunikasi baik secara real time(synchronus) seperti chatting dan messenger, maupun tidak real time (asynchronous) seperti forum dan mailing list.

2.  Independency/kemandirian

Kemandirian yang dimaksud ialah kemandirian peserta didik dalam belajar tanpa menyuruh atau mengingatkan peserta didik mengerjakan tugas. Ketersediaan bahan belajar, waktu, dan akses yang flexibel memungkinkan peserta didik untuk melakukan aktivitas pembelajaran dimana pun dan kapan pun sesuai dengan kondisi masing-masing.

3.  Accessibillity/aksesabilitas

Sumber-sumber belajar dan informasi akademik harus lebih mudah diakses dan

terdistribusi lebih luas dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.

4.   Enrichment/pengayaan

Kegiatan pembelajaran serta presentasi bahan pembelajaran disajikan dengan cara yang lebih variatif dan interaktif seperti penggunaan video streaming, aplikasi simulasi, dan animasi.

 

TUJUAN E-LEARNING👇

            Tujuan e-learning adalah untuk meningkatkan daya serap dari para mahasiswa atas materi yang diajarkan, meningkatkan partisipasi aktif dari para mahasiswa, meningkatkan kemampuan belajar mandiri, dan meningkatkan kualitas materi pembelajaran. Diharapkan dapat merangsang pertumbuhan inovasi baru para mahasiswa sesuai dengan bidangnya masing-masing. e-learning merupakan alternatif pembelajaran yang relatif baru untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar dengan menggunakan berbagai fasilitas teknologi informasi, seperti teknologi komputer baik hardware maupun software, teknologi jaringan seperti local area network dan wide area network, dan teknologi telekomunikasi seperti radio, telefon, dan satelit. 

            Salah satu bagian dari kegiatan e-learning yang menggunakan fasilitas internet adalah distance learning, merupakan suatu proses pembelajaran, dimana dosen dan mahasiswa tidak ada dalam satu ruangan kelas secara langsung pada waktu tertentu; artinya kegiatan proses belajar mengajar dilakukan dari jarak jauh atau tidak dalam satu ruangan kelas. Hal ini memungkinkan terjadinya pembelajaran yang berkesinambungan, artinya mahasiswa bisa belajar setiap saat, balk slang maupun malam hari, tanpa dibatasi waktu perternuan. Berbagai peluang tersebut diatas rnasih menghadapi berbagi tantangan baik dari kesiapan iqfrastuktur teknologi informasi, masyarakat, dan peraturan yang mendukung terhadap kelangsungan e-learning. 

 

MANFAAT E-LEARNING👇

E-learning memberikan siswa akses mudah ke pendidikan di mana pun mereka berada. Selain itu, E-Learning juga menawarkan proses pembelajaran optimal yang  sesuai dengan setiap kebutuhan siswa.

Berikut ini adalah beberapa manfaat lain E-Learning yang perlu Anda ketahui.

1.  Pengalaman Belajar yang Lebih Praktis dan Menyenangkan

Belajar di kelas terkadang bisa membosankan dan membuat siswa stres sehingga materi pembelajaran yang diberikan oleh pengajar menjadi tidak efektif. Tetapi, melalui E-Learning, proses belajar menjadi lebih fleksibel dan nyaman sehingga meningkatkan motivasi siswa untuk belajar.

Siswa dapat mengakses materi E-Learning nya kapan pun dan di mana pun menggunakan berbagai jenis gadget yang mereka miliki. Mereka dapat mengulang materi apa pun sesuka hati jika mereka belum benar-benar memahaminya. Siswa juga dapat memilih materi yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka.

2.  Pendekatan yang Lebih Personal ke Setiap Siswa

Kita semua tahu bahwa sulit bagi seorang pengajar untuk memenuhi kebutuhan unik setiap siswa, apalagi ketika ada banyak siswa dalam satu kelas. E-Learning memungkinkan pengajar untuk beralih dari model pembelajaran “satu untuk semua” ke model pembelajaran yang terfokus pada kebutuhan setiap siswa. Dengan sistem pembelajaran yang bertahap dan dan format konten yang beragam, pengajar dapat memberikan pengalaman belajar yang unik dan personal, yang tidak dapat dilakukan di kelas tradisional.

3.  Performa Siswa Dapat Dimonitor dengan Lebih Mudah

E-Learning memberikan kemampuan bagi pengajar untuk melacak kemajuan siswa dan memastikan bahwa mereka memenuhi pencapaian kinerja mereka. Misalnya, jika siswa tidak berhasil lulus dalam ujian online mereka, maka pengajar dapat menawarkan mereka metode pembelajaran yang lebih sesuai dengan kepribadian mereka sehingga mereka akan lebih mudah menyerap materi pembelajaran dan pada akhirnya meningkatkan performa belajar mereka.

Sistem E-Learning yang canggih menyediakan fitur alat pelaporan dan analisis yang juga memungkinkan pengajar untuk menentukan area E-Learning mana yang masih kurang dan mana yang sudah sangat baik. Jika misalnya ada banyak siswa Anda yang kesulitan dalam menguasai materi pembelajaran tertentu misalnya, maka pengajar dapat mengevaluasinya dan melakukan perbaikan jika diperlukan.

4.  Menghemat Biaya Pembelajaran

E-Learning memungkinkan lembaga pendidikan untuk mengurangi biaya tenaga pengajar, peralatan kelas, penyewaan situs pelatihan online, dan percetakan buku. Lembaga pendidikan tidak perlu menghadirkan tenaga pengajar yang berbeda untuk setiap kelas, mencetak ratusan buku, dan merenovasi ruangan kelas.

5.  Database Siswa yang Terpusat

Seluruh informasi detail mengenai siswa disimpan dalam satu sistem terpusat secara aman. Sekolah dapat menentukan siapa saja yang bisa mengakses data siswa. Biodata, kelas yang diikuti, tugas dan ujian yang diselesaikan, status pembayaran mereka, dan berbagai aktivitas pembelajaran mereka, semuanya dapat dengan mudah dipantau dalam satu layar.


KOMPONEN E-LEARNING👇

Komponen-komponen yang membentuk e-Learning adalah:

1.     Infrastruktur e-Learning

Infrastruktur e-Learning dapat berupa personal computer (PC), jaringan komputer, internet dan perlengkapan multimedia. Termasuk didalamnya peralatan teleconference apabila kita memberikan layanan synchronous learning melalui teleconference.

2.     Sistem dan Aplikasi e-Learning

Sistem perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional. Bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian (rapor), sistem ujian online dan segala fitur yang berhubungan dengan manajemen proses belajar mengajar. Sistem perangkat lunak tersebut sering disebut dengan Learning Management System (LMS). LMS banyak yang opensource sehingga bisa kita manfaatkan dengan mudah dan murah untuk dibangun di sekolah dan universitas kita.

3.     Konten e-Learning

Konten dan bahan ajar yang ada pada e-Learning system (Learning Management System). Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk Multimedia-based Content (konten berbentuk multimedia interaktif) atau Text-based Content (konten berbentuk teks seperti pada buku pelajaran biasa). Biasa disimpan dalam Learning Management System (LMS) sehingga dapat dijalankan oleh siswa kapanpun dan dimanapun. \Pustekkom  mengembangkan  yang mem-free-kan multimedia pembelajaran untuk SMP, SMA dan SMK. Ini langkah menarik untuk mempersiapkan perkembangan e-Learning dari sisi konten.

 

 

 

 

 

 

 

REFRENSI :

https://anggaradian.wordpress.com/2014/12/05/konsep-e-learning-dan-online-learning/

https://www.filesop.com/2016/02/e-learning-definisi-karakteristik.html

https://kampung121m.wordpress.com/about/tujuan-e-learning/

https://www.hashmicro.com/id/blog/manfaat-e-learning-bagi-sekolah-dan-lembaga-pendidikan/

https://eko13.wordpress.com/2008/05/02/definisi-dan-komponen-e-learning/

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"KOMUNIKASI DALAM KELAS ONLINE"

            Salah satu aktivitas dalam pembelajaran online adalah komunikasi. Komunikasi dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Komun...